Lubuk Kertang dikunjungi Dinas Lingkungan Hidup SUMUT dan Konsultan Jenderal Singapore, Jepang dan India.

Kegiatan Penanaman Mangrove

Restorasi adalah kegiatan pemulihan atau pengembalian kepada keadaan semula.

Restorasi Mangrove dapat mencegah perubahan iklim, melindungi mata pencaharian dan menghindari penyalah pengalihan fungsi lahan hutan mangrove menjadi tambak masyarakat dan lahan Kelapa sawit yang menyebabkan pemanasan global.

Maka dari itu tepat pada jum’at (06/09/19) yang lalu Dr. Ir. Binsar Situmorang. M,SI, MAP selaku Ka. Dinas Lingkungan Hidup Prov. Sumatera Utara mengadakan kunjungan ke Mangrove Lubuk Kertang dalam acara Peninjauan Restorasi Mangrove di Kawasan Mangrove Lubuk Kertang Kec. Brandan Barat.

“Saya sangat bangga melihat warga Desa Lubuk Kertang karena mampu mengembalikan hutan mangrove yang pernah mengalami ahli fungsi ke lahan sawit kini kembali menjadi lahan hutan mangrove. Sehingga dapat kembali meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat”, ujar Dr. Ir. Binsar Situmorang. M,SI, MAP.

Penyerahan Tong sampah oleh Ka. Dinas Lingkungan Hidup Prov. Sumut kepada Kades Lubuk Kertang.

Zul Insan selaku kades Lubuk Kertang sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Karena dapat menambah semangat masyarakat dalam menjaga, melindungi dan memanfaatkan hutan mangrove.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Prov. Sumatera Utara yang difasilitasi oleh YAGASU.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ka. Dinas Libgkungan Hidup Langkat, Konsulat Jenderal Singapore, Jepang, dan India, OPD Prov. sumut, Camat Brandan Barat, Direktur Yagasu, dan KNTI Sumut.

Para tamu dalan kegiatan Peninjauan Restorasi Mangrove di Kawasan Ekowisata Mangrove Lubuk Kertang.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan